Capaian
pertumbuhan ekspor nasional yang tinggi juga disertai meningkatnya pangsa
negara-negara emerging markets sebagai
pasar tujuan ekspor. Meningkatnya kinerja ekspor dan semakin kondusifnya
berbagai variabel makroekonomi berkontribusi pada kinerja investasi yang tumbuh
tinggi. lklim investasi yang membaik didukung oleh pembiayaan dari dalam dan
luar negeri yang meningkat sehingga mendorong realisasi investasi tumbuh lebih
cepat untuk kuatnya permintaan.
Posisi ekspor Indonesia pada paruh pertama 2010 lebih tinggi
kenaikannya dibanding ekspor dunia, yaitu sekitar 45 persen dari periode yang
sama tahun sebelumnya. Selanjutnya total ekspor 2010 sebesar US$ 157,7 miliar
merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah ekspor Indonesia, naik 35 persen
dibanding ekspor 2009 yang hanya sebesar US$ 116,5 miliar. Ekspor non-migas
2010 mencapai rekor tertinggi sebesar US$ 129,7 miliar, meningkat 33,02 persen
dibanding 2009, yang berarti 3,5 kali lipat di atas target RPJM sebesar 7
persen8,5 persen. Ekspor non-migas Desember 2010 mencapai rekor tertinggi
untuk ekspor bulanan sebesar US$ 13,5 miliar, meningkat 24,6 persen
dibandingkan Desember 2009.
Rata-rata ekspor non-migas bulanan meningkat bila dibandingkan
dari tahun 2009 sebesar US$ 9,0 miliar menjadi US$ 10,8 miliar pada tahun 2010.
Peningkatan ini tampaknya akan terus meningkat, seiring dengan semakin
bergairahnya ekonomi dan investasi dalam negeri yang dapat memacu perkembangan
ekspor non-migas Indonesia.
Kontribusi ekspor non-migas rata-rata 2010 terhadap total ekspor
Indonesia sangat tinggi, yaitu sebesar 82,22 persen, lebih tinggi dibandingkan
dengan rata-rata kontribusi ekspor migas 2010 yang hanya sebesar 17,78 persen.
Kinerja ekspor Indonesia saat ini mengalami diversifikasi dengan mulai
meningkatnya ekspor produk non-migas, tidak hanya produk utama tetapi produk
lainnya. Penguatan ekspor non-migas selama tahun 2010 didorong oleh peningkatan
ekspor dari seluruh sektor. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun
sebelumnya, peningkatan tertinggi terjadi pada sektor pertambangan yang naik
sebesar 35,36 persen disusul peningkatan ekspor di sektor industri sebesar
33,47 persen, peningkatan pertanian 14,90 persen dan di sektor lainnya sebesar
-8,33 persen.
Pangsa ekspor non-migas dan ekspor migas selama 2004-2010 meskipun
berfluktuasi namun menunjukkan tren meningkat. Rata-rata pangsa ekspor
non-migas selama 5 tahun terakhir berada pada kisaran 80 persen. Kecenderungannya
adalah ekspor non-migas akan stabil dan tetap perlu dipertahankan pada
perolehan nilai pangsa rata-rata.
Sebagian komoditas ekspor non-migas mengalami kenaikan harga yang cukup
tinggi, diantaranya adalah minyak bumi, minyak sawit dan batu bara. Hal ini
tentunya berpengaruh pada nilai ekspor Indonesia, khususnya ekspor non-migas
yang nilainya meningkat tajam. Ekspor minyak sawit dan karet yang masing-masing
mencapai US$ 16,3 miliar dan US$ 9,4 miliar, telah mendekati ekspor migas tahun
2010 yang tercatat sebesar US$ 28 miliar.
Secara kumulatif nilai ekspor
Januari-Desember 2010 mencapai US$157,73 miliar atau meningkat 35,38 persen
dibanding ekspor periode yang sama tahun 2009, sementara ekspor non-migas
mencapai US$129,68 miliar atau meningkat 33,02 persen. Jika dilihat menurut
sektor, ekspor hasil industri periode Januari-Desember 2010 naik sebesar 33,47
persen dibanding periode yang sama tahun 2009, demikian juga ekspor hasil
pertanian naik 14,90 persen serta ekspor hasil tambang dan lainnya naik 35,34
persen.
Tabel Nilai Ekspor
Indonesia menurut Migas dan Non Migas 2006-2010 (juta $)
|
Ekspor
|
2006
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
|
|
Migas
|
21209,5
|
22 088,6
|
29126,3
|
19018,3
|
28039,6
|
|
|
|
Minyak Mentah
|
8168,8
|
9 226,0
|
12418,8
|
7820,3
|
10403,0
|
|
|
Hasil Minyak
|
2 843,7
|
2 878,8
|
3 547,0
|
2 262,3
|
3%7,2
|
|
|
Gas
|
10 197,0
|
9983,8
|
13160,5
|
8 935,7
|
13 669,4
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Non Migas
|
79 589,1
|
92 012,3
|
107 894,1
|
97 491,7
|
129739,5
|
|
|
|
Sektor Pertanian
|
3 364,9
|
3657,8
|
4 584,6
|
4352,8
|
5 001,9
|
|
|
Sektor Industri
|
65 023,9
|
76460,8
|
88 393,4
|
73435,8
|
98015,1
|
|
|
Sektor Tambang dan Lainnya
|
11200,3
|
11893,7
|
14916,1
|
19 703,1
|
26 722,5
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Jumlah
|
100 798,6
|
114 100,9
|
137020,4
|
116 510,0
|
157 779,1
|
|
Referensi:
https://nurulasyah19.files.wordpress.com/2012/12/5-ekspor-impor-neraca-perdagangan-indonesia.docx
https://nurulasyah19.files.wordpress.com/2012/12/5-ekspor-impor-neraca-perdagangan-indonesia.docx
Tidak ada komentar:
Posting Komentar