Jumat, 22 Desember 2017

Tugas Softskill

Nama : Jacqueline Sabrina. V
Kelas : 4EB07
NPM : 25214573

Analisis contoh kasus:
Dari kasus yang dijelaskan dapat diambil kesimpulan bahwa kasus tersebut dilakukan dengan sengaja oleh pimpinan tertinggi perusahaan (direktur) yang mana memanipulasi informasi untuk keuntungan dirinya sendiri. Beliau juga merupakan seorang auditor serta ketua organisasi yang keberadaannya sangat berpengaruh. Kasus tersebut menimbulkan kerugian yang besar,  bukti transaksi yang seharusnya transparan ini ia tidak mau dikeluarkan kepada pemilik rumah sakit, sehingga tidak jelas aliran dananya.
Pelanggaran kode etik dari contoh kasus ini adalah :
1. Integritas, yaitu seharusnya dibutuhkan anggota untuk harus berterus terang dan bersikap jujur. Tapi yang dilakukan oleh direktur utama yang dikira telah dipercayai oleh pemilik rumah sakit dalam memegang jabatannya melakukan hal yang sebaliknya yaitu dia tidak bersikap jujur dalam mengelola keuangan dan tidak mau berterus terang atas hal yang telah terjadi sebenarnya.
2. Objektifitas, dalam hal ini dibutuhkan sikap yang adil, tidak memihak dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Dalam contoh kasus tidak mencerminkan kode etik objektifitas dimana direktur utama bebas memilih kepentingan pribadi dalam mengelola keuangan dan tidak menunjukan kewajiban professional nya terhadap rumah sakit.
3. Tanggung jawab profesi, dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya. Tapi dalam contoh kasus berbanding terbalik dengan tugas tanggung jawab professional, direktur utama tidak menggunakan moral dan sikap profesionalnya dalam bekerja sehingga rumah sakit mengalami kerugian yang sangat besar atas perilaku tidak professional yang telah ia perbuat.

                Sebaiknya dilakukan audit investigasi karena dengan adanya audit investigasi diharapkan akan diketahui apakah suatu tidakan yang dilakukan oleh unit atau orang dalam satu bagian benar-benar melanggar ketentuan hukum. Dan audit investigasi menjadi hal yang sangat penting apabila nanti hasil audit menunjukkan adanya pelanggaran hukum materiil dan formil (hukum pidana materiil adalah hukum pidana yang memuat bentuk-bentuk perbuatan yang dilarang secara ancaman hukuman bagi siapa saja yang melanggarnya, dalam hal ini KUHP. Hukum pidana formil merupakan hukum acara pidana yang mengatur tata cara menjalankan hukum pidana materiil, dalam hal ini KUHAP, maka hasil laporan audit investigasinya akan diserahkan ke kejaksaan untuk diproses secara hukum.

Jenis-jenis audit:

Pengauditan dapat dibagi dalam beberapa jenis. Pembagian ini dimaksudkan untuk menentukan tujuan atau sasaran yang ingin dicapai dengan adanya pengauditan tersebut. 
Ditinjau dari luasnya pemeriksaan, maka jenis-jenis audit dapat dibedakan atas:
·         Pemeriksaan Umum (General Audit), yaitu suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang independen dengan maksud untuk memberikan opini mengenai kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
·         Pemeriksaan Khusus (Special Audit), yaitu suatu bentuk pemeriksaan yang hanya terbatas pada permintaan auditee yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan memberikan opini terhadap bagian dari laporan keuangan yang diaudit, misalnya pemeriksaan terhadap penerimaan kas perusahaan.
Ditinjau dari jenis pemeriksaan maka jenis-jenis audit dapat dibedakan atas:
·         Audit Operasional (Management Audit), yaitu suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditetapkan oleh manajemen dengan maksud untuk mengetahui apakah kegiatan operasi telah dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis.
·         Pemeriksaan Ketaatan (Complience Audit), yaitu suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan telah mentaati peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang berlaku, baik yang ditetapkan oleh pihak intern perusahaan maupun pihak ekstern perusahaan.
·         Pemeriksaan Intern (Internal Audit), yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan yang mencakup laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan yang bersangkutan serta ketaatan terhadap kebijakan manajemen yang telah ditentukan.
·         Audit Komputer (Computer Audit), yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap perusahaan yang melakukan proses data akuntansi dengan menggunakan sistem Elektronic Data Processing (EDP).
Sedangkan berdasarkan kelompok atau pelaksana audit, jenis audit dibagi 4 yaitu:
·         Auditor Ekstern : Auditor ekstern/ independent bekerja untuk kantor akuntan publik yang statusnya diluar struktur perusahaan yang mereka audit. Umumnya auditor ekstern menghasilkan laporan atas financial audit.
·         Auditor Intern : Auditor intern bekerja untuk perusahaan yang mereka audit. Laporan audit manajemen umumnya berguna bagi manajemen perusahaan yang diaudit. Oleh karena itu tugas internal auditor biasanya adalah audit manajemen yang termasuk jenis compliance audit.
·         Auditor Pajak : Auditor pajak bertugas melakukan pemeriksaan ketaatan wajib pajak yang diaudit terhadap undangundang perpajakan yang berlaku.
·         Auditor Pemerintah : Tugas auditor pemerintah adalah menilai kewajaran informasi keuangan yang disusun oleh instansi pemerintahan. Disamping itu audit juga dilakukan untuk menilai efisiensi, efektifitas dan ekonomisasi operasi program dan penggunaan barang milik pemerintah. Dan sering juga audit atas ketaatan pada peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Auditing yang dilaksanakan oleh pemerintahan dapat dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Referensi:

Jenis-Jenis Kap (The Big Four) :

1Deloitte Touche Tohmatsu, (juga terkenal dengan merek Deloitte) penghasilan diseluruh dunia mencapai 36.8 miliar dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2016 dan sampai tahun 2016 memperkerjakan 244.400 karyawan, berkantor pusat di London, Inggris.


2. Price waterhouse Coopers (PwC), kantor ini adalah bentuk gabungan usaha antara Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Penghasilan diseluruh dunia mencapai 35.9 miliar dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2016 dan sampai tahun 2016 memperkerjakan 223.468 karyawan, berkantor pusat di New York City.


3. Ernst and Young, penghasilan di seluruh dunia mencapai 29.6 dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2016 dan sampai tahun 2016 memperkerjakan 231.000 karyawan, berkantor pusat di London, Inggris.


4. KPMG, merupakan salah satu jasa professional di dunia dan memiliki 3 jalur layanan yaitu audit, pajak, dan penasehat. Penghasilan di seluruh dunia mencapai 25.9 dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2016 dan sampai tahun 2016 memperkerjakan 188.982 karyawan, berkantor pusat di Amsterdam, Belanda.

Referensi:

https://id.wikipedia.org/wiki/Empat_Besar_(firma_audit)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar