Nama :
Jacqueline Sabrina. V
Kelas : 4EB07
NPM : 25214573
Analisis contoh
kasus:
Dari kasus yang dijelaskan dapat diambil kesimpulan bahwa kasus
tersebut dilakukan dengan sengaja oleh pimpinan tertinggi perusahaan (direktur)
yang mana memanipulasi informasi untuk keuntungan dirinya sendiri. Beliau juga
merupakan seorang auditor serta ketua organisasi yang keberadaannya sangat
berpengaruh. Kasus tersebut menimbulkan kerugian yang besar, bukti transaksi yang seharusnya transparan ini ia
tidak mau dikeluarkan kepada pemilik rumah sakit, sehingga tidak jelas aliran
dananya.
Pelanggaran kode etik dari contoh kasus ini adalah :
1. Integritas,
yaitu seharusnya dibutuhkan anggota untuk harus berterus terang dan bersikap
jujur. Tapi yang dilakukan oleh direktur utama yang dikira telah dipercayai
oleh pemilik rumah sakit dalam memegang jabatannya melakukan hal yang
sebaliknya yaitu dia tidak bersikap jujur dalam mengelola keuangan dan tidak
mau berterus terang atas hal yang telah terjadi sebenarnya.
2. Objektifitas,
dalam hal ini dibutuhkan sikap yang adil, tidak memihak dan bebas dari
benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya. Dalam contoh
kasus tidak mencerminkan kode etik objektifitas dimana direktur utama bebas
memilih kepentingan pribadi dalam mengelola keuangan dan tidak menunjukan
kewajiban professional nya terhadap rumah sakit.
3. Tanggung jawab profesi,
dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus
senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan
yang dilakukannya. Tapi dalam contoh kasus berbanding terbalik dengan tugas
tanggung jawab professional, direktur utama tidak menggunakan moral dan sikap
profesionalnya dalam bekerja sehingga rumah sakit mengalami kerugian yang
sangat besar atas perilaku tidak professional yang telah ia perbuat.
Sebaiknya dilakukan audit investigasi karena dengan adanya audit
investigasi diharapkan akan diketahui apakah suatu tidakan yang dilakukan oleh
unit atau orang dalam satu bagian benar-benar melanggar ketentuan hukum. Dan audit
investigasi menjadi hal yang sangat penting apabila nanti hasil audit
menunjukkan adanya pelanggaran hukum materiil dan formil (hukum pidana materiil
adalah hukum pidana yang memuat bentuk-bentuk perbuatan yang dilarang secara
ancaman hukuman bagi siapa saja yang melanggarnya, dalam hal ini KUHP. Hukum
pidana formil merupakan hukum acara pidana yang mengatur tata cara menjalankan hukum
pidana materiil, dalam hal ini KUHAP, maka hasil laporan audit investigasinya
akan diserahkan ke kejaksaan untuk diproses secara hukum.
Jenis-jenis
audit:
Pengauditan
dapat dibagi dalam beberapa jenis. Pembagian ini dimaksudkan untuk menentukan
tujuan atau sasaran yang ingin dicapai dengan adanya pengauditan tersebut.
Ditinjau dari luasnya pemeriksaan, maka
jenis-jenis audit dapat dibedakan atas:
· Pemeriksaan Umum (General Audit), yaitu
suatu pemeriksaan umum atas laporan keuangan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan
Publik (KAP) yang independen dengan maksud untuk memberikan opini mengenai
kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.
· Pemeriksaan Khusus (Special Audit),
yaitu suatu bentuk pemeriksaan yang hanya terbatas pada permintaan auditee yang
dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) dengan memberikan opini terhadap
bagian dari laporan keuangan yang diaudit, misalnya pemeriksaan terhadap
penerimaan kas perusahaan.
Ditinjau dari jenis pemeriksaan maka
jenis-jenis audit dapat dibedakan atas:
· Audit Operasional (Management Audit),
yaitu suatu pemeriksaan terhadap kegiatan operasi suatu perusahaan, termasuk
kebijakan akuntansi dan kebijakan operasional yang telah ditetapkan oleh
manajemen dengan maksud untuk mengetahui apakah kegiatan operasi telah
dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis.
· Pemeriksaan Ketaatan (Complience Audit),
yaitu suatu pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui apakah perusahaan telah
mentaati peraturan-peraturan dan kebijakan-kebijakan yang berlaku, baik yang
ditetapkan oleh pihak intern perusahaan maupun pihak ekstern perusahaan.
· Pemeriksaan Intern (Internal Audit),
yaitu pemeriksaan yang dilakukan oleh bagian internal audit perusahaan yang
mencakup laporan keuangan dan catatan akuntansi perusahaan yang bersangkutan
serta ketaatan terhadap kebijakan manajemen yang telah ditentukan.
· Audit Komputer (Computer Audit), yaitu
pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap perusahaan
yang melakukan proses data akuntansi dengan menggunakan sistem Elektronic
Data Processing (EDP).
Sedangkan berdasarkan kelompok atau pelaksana
audit, jenis audit dibagi 4 yaitu:
· Auditor Ekstern : Auditor ekstern/ independent
bekerja untuk kantor akuntan publik yang statusnya diluar struktur perusahaan
yang mereka audit. Umumnya auditor ekstern menghasilkan laporan atas financial
audit.
· Auditor Intern : Auditor intern bekerja untuk
perusahaan yang mereka audit. Laporan audit manajemen umumnya berguna bagi
manajemen perusahaan yang diaudit. Oleh karena itu tugas internal auditor
biasanya adalah audit manajemen yang termasuk jenis compliance audit.
· Auditor Pajak : Auditor pajak bertugas
melakukan pemeriksaan ketaatan wajib pajak yang diaudit terhadap undangundang
perpajakan yang berlaku.
· Auditor Pemerintah : Tugas auditor pemerintah
adalah menilai kewajaran informasi keuangan yang disusun oleh instansi pemerintahan.
Disamping itu audit juga dilakukan untuk menilai efisiensi, efektifitas dan
ekonomisasi operasi program dan penggunaan barang milik pemerintah. Dan sering
juga audit atas ketaatan pada peraturan yang dikeluarkan pemerintah. Auditing
yang dilaksanakan oleh pemerintahan dapat dilaksanakan oleh Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK) atau Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Referensi:
Jenis-Jenis
Kap (The Big Four) :
1. Deloitte Touche Tohmatsu, (juga terkenal
dengan merek Deloitte) penghasilan
diseluruh dunia mencapai 36.8 miliar dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal
2016 dan sampai tahun 2016 memperkerjakan 244.400 karyawan, berkantor pusat di
London, Inggris.
2.
Price waterhouse Coopers (PwC), kantor
ini adalah bentuk gabungan usaha antara Price Waterhouse dan Coopers &
Lybrand. Penghasilan diseluruh dunia mencapai 35.9 miliar dolar Amerika Serikat
untuk tahun fiskal 2016 dan sampai tahun 2016 memperkerjakan 223.468 karyawan,
berkantor pusat di New York City.
3.
Ernst and Young, penghasilan
di seluruh dunia mencapai 29.6 dolar Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2016
dan sampai tahun 2016 memperkerjakan 231.000 karyawan, berkantor pusat di
London, Inggris.
4.
KPMG, merupakan salah satu jasa
professional di dunia dan memiliki 3 jalur layanan yaitu audit, pajak, dan
penasehat. Penghasilan di seluruh dunia mencapai 25.9 dolar Amerika Serikat
untuk tahun fiskal 2016 dan sampai tahun 2016 memperkerjakan 188.982 karyawan, berkantor
pusat di Amsterdam, Belanda.
Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Empat_Besar_(firma_audit)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar